RSS

The Worst Diary Of Lee Taemin {1 of 2}

04 Jun

Tittle :: The Worst Diary Of Lee Taemin

Author :: minbelovedkyu a.k.a Cho Yoora

Genre :: Friendship, Family, Romance, etc.

Main Casts :: Lee Taemin, Choi Minho, Jang Wooyoung.

Other Casts :: Choi Siwon, Leeteuk, Key, Seungri, Krystal Jung, Victoria.

Alur :: MUNDUR

Rating :: PG+15

POV :: Author, Taemin

Disclaimer :: SAYA TULIS APA YANG ADA DI PIKIRAN SAYA. Ada beberapa bagian yang “True Story” dan selebihnya hanya “FIKTIF BELAKA”. Jika ada kesamaan dengan kejadian hidup anda ataupun pemikiran anda. Itu hanyalah kebetulan semata. Alur dan Plot FF ini YANG TERLINTAS DI PIKIRAN SAYA.

“NO BASHING!!!!”
Biasakan meninggalkan jejak dengan step-step berikut.

1. READ
2. COMMENT
3. LIKE

nb :: kalo tulisan bercetak tebal itu Taemin yg di masa sekarang ya..!! Dan juga, POV-nya selalu Taemin jika tulisan itu bercetak tebal.

HAPPY READING READERS..!!

“Ceritaku masa laluku. Adalah cerita dimana emosi mendominasi di dalam sikap remaja”

Lee Taemin POV

Ini adalah cerita tentang kenyataan di hidupku.
Dimana aku masuk ke dalam kesalahan yang seharusnya aku tak pernah jamah jalan kelam itu.
Di dalam ingatanku, masih jelas terekam bagaimana tingkat kebodohanku meningkat jadi 5 level dari posisi semula 2 level. Atau bahkan, kalian punya kesimpulan lain? Mungkin saja penilaian kalian tentang tingnkat kebodohanku lebih tinggi di banding devinisiku.

Masa laluku memiliki 3 kategori. Kategori pertama, sangat indah. Ini adalah masa lalu yang sangat aku rindukan sampai saat ini. Kategori kedua, flat. Masa lalu yang begitu datar. Di masa ini, aku memang terlihat seperti manusia yang sempurna menurut pandangan teman-temanku. Tapi aku merasa, di masa ini tidak ada yang spesial sama sekali. Namun, fakta yang harus aku akui, aku nyaman menjalaninya. Dan kategori ketiga, Buruk..!! Anni,, apakah kalian mempunyai kata lain untuk dapat mendeskripsikan kategori ketiga dalam masa laluku?

Aku akan menceritakan, dimana aku sebagai pemeran utama dalam cerita ini. Aku, pria yang sudah salah memilih jalan hidupku.
Dan aku, adalah Lee Taemin. Pemeran sesungguhnya dalam cerita ini. Dan ini adalah kisahku….

~

Haii..!! Perkenalkan,, Lee Taemin imnida…
Aku bersekolah di Seoul International School. Dimana sekolah itu adalah sekolah terfavorit di Korea Selatan.

Waahh… aku sangat bangga ketika aku dinyatakan masuk ke dalam sekolah ini. Bagaimana tidak, selain favorit. Sekolah ini adalah sarangnya para anak-anak pengusaha, bahkan anak-anak pejabat pun ikut mengenyam pendidikan di sekolah ku ini.

Aku duduk di kelas 2. Tapi itu beberapa bulan yang lalu. Dan kini aku resmi duduk di kelas 3 SMP.

Aahh.. sebelumnya aku akan menceritakan bagaimana teman-temanku di sekolah ini. Jangan tanyakan prilaku mereka. Kalian tau? teman-temanku di sini hanya mau bergaul dengan teman yang mempunyai reputasi keren, kaya, ganteng, dan idola.
Dan aku?. Tentu saja masuk kedalam kelompok tersebut.

Pergaulanku di sini memiliki kelompok. Kelompok yang tadi sudah aku jelaskan. Aku, Kim Ki Bum atau sering di panggil Key, Leeteuk, Seungri, dan Choi Siwon. Kami adalah kelompok yang menjadi incaran para gadis-gadis di sekolahku.
Hahaa~ gadis-gadis yang kami pilih pun bukan gadis sembarangan.

“Yaak!! Jam berapa ini?” Tanya namja yang sedang duduk di tepi kasur sambil membolak-balikkan halaman majalah yang berisikan model-model terbaru mobil elit.
Namja tersebut adalah temanku.. Choi Siwon.. temanku yang paling sempurna dan kaya di antara kami berlima. Ayahnya merupakan Owner Showroom mobil terkenal. Dan, di antara kami, dialah yang menjadi buruan wanita-wanita cantik, centil, dan matrealistis.

“Jam 7 lewat” Jawab namja yang memiliki lesung pipi.
Leeteuk,, temanku yang paling di gila-gilai oleh kelompok yeojadeul level terendah di sekolahku.
Level terendah?. Ya, di mana hanya ada namja dan yeoja terabaikan, terasingi dan juga langganan di intimidasi. Karena mereka yang mendekati kelompok itu hanya menginginkan kepintarannya saja. Sedangkan wujud yang punya kepintaran? hahaa~ mereka tidak peduli.
Dan Leeteuk, satu-satunya dari kelompok kami yang peduli dengannya. Makanya, jangan heran jika Leeteuk mendapatkan julukan ‘Angel Without Wings’ oleh kelompok terasingkan itu.

“Lebih baik kita berangkat sekolah sekarang! Aku tidak mau di absenku banyak keterangan alpa-nya” usulku dan hanya di respon dengan baik oleh Leeteuk dan Seungri.

“Bener tuh..!! Lagian aku malas kalau nantinya berurusan dengan Kangin sosaengnim” Jelas Seungri sambil begidik ngeri.

Heemmhh.. Seungri namja yang memiliki julukan ‘The Cutest Namja’ dari para fans yeojadeul di sekolah kami. Dia paling alim di antara kami. Dan dia juga yang paling dekat denganku, karena kami selalu satu pikiran.

“Hooaahhmmh..!!! kalian saja yang pergi. Aku mau bolos hari ini.” ucap Key yang masih bermesra-mesraan dengan guling dan bantalnya di kasur berukuran king size bersepreikan warna putih dan biru dengan tulisan ‘I’m Bad Boy’ di setiap sisinya. Sedangkan di tengahnya terdapat tulisan ‘I Love Freedom’. Dan kalian tau? Ia sendirilah yang mendesign spreinya itu. Dia adalah anak dari seorang designer terbaik di Korea Selatan. Dan kini orang tuanya berada di Perancis. Karna orang tuanya sedang menjalani bisnisnya di sana.

Heemhh… ‘Buah jatuh tak jauh dari pohonnya’ begitu kata pepatah untuk mendeskpripsikan seorang Kim ki Bum atau Key. Tapi, untuk kelakuannya itu aku tidak dapat menjelaskan dengan baik. Ia seperti bunglon. Hari ini menjadi ‘Bad Boy’. Dan besok, ia bisa menjadi ‘Nice Boy’.

“Yasudah.. jika kalian memang mau bolos. Aku dan yang lainnya pergi sekolah”. Suara lembut Leeteuk menyadarkan aku yang sedang serius melihat ikan hias yang ada di akuarium bulat di kamar Key.

“Kajja..!!” ajak Seungri.

“Tunggu..!! Aku ikut kalian saja..!!” Teriak Siwon lalu beranjak dari kasur Key dan mendekati kami yang sudah ada di ambang pintu kamar Key.

“Tutup lagi pintunya!!.” Teriak Key memerintah.

~

***

Kehidupan ku pada saat itu sungguh menyenangkan. Aku bersekolah di sekolah elit, berteman dengan kelompok bereputasi keren di sekolah. Dan juga, di idolai oleh yeojadeul.

Tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya kalau semua ini akan hilang dari hidupku. Kadang akku merindukan kehidupanku itu. Tapi sejenak, aku bersyukur akan kejadian ‘itu’.

Aku selalu mencoba untuk mengingat semua yang terindah yang pernah ada di masa-masa aku di SMP. Aku mempunyai yeojachingu yang baik, cantik, perhatian dan pintar.

***

~

“Semuanya.. di mohonkan kalian semua untuk tidak banyak bermain di tahun ini. Ini adalah tahun terakhir kalian sekolah di tingkat SMP. Dan sosaengnim berharap, kalian dapat menggunakan waktu kalian dengan bijak”. Ceramah Sooyoung sosaengnim yang merupakan wali kelas di kelasku.

“Ye.. sosaengnim..” Koor semua haksaeng di kelasku.

“Yaakk!! Taeminnie..!! Sepulang sekolah apa kau mau ikut ke mall..?” Tanya Siwon dengan tatapan lurus ke arah buku yang ia baca. Buku jika yang melihat murid-murid lain dan sosaengnim, Tapi aku yang duduk di sebelah kirinya. Leeteuk yang duduk di sebelah kanannya. Dan seungri yang duduk tepat di belakangya dapat melihat apa yang di baca oleh Siwon.

Siwon membaca komik conan. Dia menutupi komiknya dengan Kamus Bahasa Inggris yang tebalnya minta ampun.

“Aniyo.. Aku tidak bisa ikut. Aku ingin pergi dengan Krystal.” Balasku. Aku hanya melirik Siwon sekilas. Terdengar Siwon menghela napas kasar.

“Kalian gimana?” Tanyanya lagi tanpa menoleh ke arah lawan bicaranya. Dan sudah di pastikan lawan bicaranya adalah Leeteuk dan Seungri.

“Yasudah.. aku badmood banget hari ini.” balas Seungri. Namun tidak ada jawaban dari Leeteuk atas pertanyaan Siwon. Aku tidak tau dia jawab apa. Karna aku fokus pada pelajaran yang di ajari Sooyoung sosaengnim.

~

Bell pulang sekolah sudah bunyi. Aku membereskan buku-buku dan memasukkannya ke dalam tasku. Suara gemuruh buku-buku yang sedang di rapikan oleh haksaengdeul mendominasi polusi suara di kelas ini.

“Yaak! Taeminnie..!! aku cabut dulu ya..!! Bye..!!” Seungri menepuk pundakku.
Leeteuk tersenyum kepadaku memamerkan lesung pipinya yang membuat yeohadeul aneh mengidolakannya.
Hahhaaa~ aku tersenyum geli mengingat hal itu. Dan Siwon..? huufthh.. dia hanya menepuk pundakku sekilas dan pergi tanpa kalimat berbasa-basi untuk berpamitan.

~

***

Ya… mesekipun sikap teman-temanku aneh-aneh, tapi aku senang berteman dengan mereka. Mereka sangat care terhadap satu sama lain. Meskipun sikap Siwon yang paling cuek dan terkesan tidak peduli pada sekitarnya, tapi sebenarnya dia memiliki cara tersendiri untuk bersikap peduli pada sekitarnya.

Ya, tergantung orang itu juga sih.. dapat menyadari apa tidak sikap Siwon. Sebab, jika orang itu tidak dapat mengerti, maka akan ada kesalah pahaman. Untung saja aku namja yang cukup pintar. Aku dapat membaca perilaku teman-temanku itu.

***

~

Aku bersandar di pintu kelas Krystal, yeojachingu-ku. Dia terlihat sedang sibuk. Aku putuskan untuk menghampirinya.

“Chagiya..!!” sapaku.

“Aaaah.. Minnie..!! Sebentar ya..! aku lagi menyalin tugas.” Jelasnya.

“Menyalin?? memangnya tadi kamu gak nulis?”

“Hehehehe~ tadi aku lagi malas nulis..” ucapnya sambil cengengesan.

Aku mengacak-ngacak lembut rambutnya.

“Yasudah..”

~

Aku pergi menonton bioskop dengan Krystal. Krystal yang memilihkan film yang kami tonton.
Huuffthh… Dasar yeoja, pastinya dia memilih film romantis.

AKu dan Krystal duduk di deretan tengah ketiga dari atas. Selama film di putar, Krystal fokus terhadap filmnya. Tidak jarang aku dengar isakan dari Krystal karena filmnya menampilkan adegan yang bisa mengundang emosi penontonnya.

Selesai menonton, kami berdua makan malam di sebuah restoran.

“Minnie-ya..!! setelah kau lulus, kau ingin masuk ke sekolah mana?” Tanya Krystal.

“Aku?” Aku menghela napas.

“Kau ingin masuk ke mana? aku ikut dengan mu saja.” tambahku.

“Jinjja..?? ahh kalau begitu aku akan tetap bersekolah di Seoul International School.” Jelasnya dengan gaya aegyeo andalannya yang membuat aku kepincut dengannya.

“Hahahaa~” aku tertawa renyah.

~

***

Sebelum dinyatakan lulus. Aku dan Krystal memilih untuk tetap bersekolah di sekolah itu lagi.

Namun, semua rancangan yang aku buat tidak sesuai prediksi-ku.

***

Author POV

Taemin duduk di ruang tengah sambil menonton TV. Sedangkan di sebelahnya, tuan Lee atau Appa taemin sedang berkutak-kutik dengan laptop yang ada di meja.

“Taemin.. untuk taun ini, kamu gak boleh main terlalu sering. Kalaupun kamu ingin bermain. Appa ijinkan, tapi hanya pada hari sabtu saja.” Ujar tuan Lee.

Taemin menoleh menatap Appa-nya yang sibuk dengan laptop yang di layarnya penuh dengan tulisan yang Taemin pun tidak mengerti.

“Ne.. aku akan mengurangi jadwal bermainku.” Balas Taemin.

“Aahh iya.. kau tau tuan Shin Dong Hi? teman Appa yang dulu sering mengajakmu ke taman bermain sewaktu kau TK?” Tanya tuan Lee yang kini mulai menatap Taemin.

“Iya aku ingat.. emangnya kenapa?” Taemin ikut menatap Appa-nya.

“Ternyata dia itu pemilik sekolah terbaik di Seoul..” Jelas tuan Lee.

“Ooh..” respon Taemin sambil mengangguk-anggukkan kepala.

“Dan Appa berencana akan menyekolahkan kamu ke sekolah itu” Terlihat senyuman di wajah tuan Lee.

Taemin merespon perkataan Appa-nya dengan mengerenyitkan dahi.
Terlihat alisnya bertautan.

“Shinhwa.. itu nama sekolahnya” tambah tuan Lee.

end Author POV

~

Taemin POV

DEGG~ Shinhwa? Mwo..??

“Apa?? Shinhwa?” Tanyaku kaget.

“Iyya.. Shinhwa.. Sekolah terbaik yang ada di Seoul. Dan demi kebaikanmu, Appa akan menyekolahkan kamu di Shinhwa.” Appa kembali fokus pada laptopnya.

“Shirheo..!!” Tolakku.

“Wae? Itu sekolahan bagus loh..!! Dan lagi pula pemilikknya teman Appa.” Eomma meletakkan secangkir teh di samping laptop Appa. Dan cemilan di meja tepat di depanku.

“Aniyo..!! Aku maunya tetap bersekolah di Seoul International School!” ucapku tegas.

“Taemin..!!” Panggil Appa.

“Dengarkan Appa..! Mungkin Appa sudah terlalu sering menuruti semua keinginanmu. Dan Appa ingin kamu menuruti keinginan Appa yang satu ini.” Appa mencoba memberikan penjelasan dengan bersikap setenang mungkin.

“Aku sudah betah di sekolah itu. Lagi pula Seoul International School juga sekolah terbaik di Seoul. Bahkan se-Korea Selatan.” Aku tetap pada pendirianku.

“Taemin..!! Jangan buat Appa menyesal karna telah memanjakanmu dengan memberikan semua yang kamu mau.” Kini Appa terlihat marah. Napasnya tidak beraturan, dan rahangnya mulai mengeras.

Eomma yang sudah duduk di antara kami berdua mencoba menenangkan Appa.

“Yasudah.. mungkin sebaiknya jangan bicarakan hal ini dulu. Lagi pula Taemin belum lulus SMP.” Tutur eomma bijak.

~

Aku tidak habis pikir.. kenapa Appa menyuruhku untuk bersekolah di Sekolah itu. Jelas-jelas sekolahku yang sekarang jauh lebih baik di banding sekolahan itu. Aku tidak bisa terima. Apa jangan – jangan Appa ingin memasukkanku kesekolah itu hanya karena sekolahan itu milik temannya?
Ommona~.. itu sangat egois..!!

~

***

Aku terlahir di keluarga yang harmonis. Aku anak pertama, dan aku memiliki seorang adik perempuan.

Karna aku anak pertama dan laki-laki pula. Tidak jarang Appa mengabulkan semua keinginanku. Aku merasa senang, dan juga aku sadar. Bahwa Appa dan Eomma menyayangiku.

Aku senang, meskipun Appa sibuk di kantor mengurusi semua pekerjaannya. Tapi Appa tetap memperhatikan aku dengan cara mengabulkan semua keinginanku. Dan, jika kini sikapku menjadi manja.. jangan salahkan aku!. Karena aku hanya menikmati saja kasih sayang yang Appa berikan dengan cara Appa sendiri.

***

~

Taemin POV

Tak terasa minggu depan sudah mau Ujian Nasional. Dan aku harus belajar dengan baik agar aku tidak memalukan nama baik keluargaku. Tidak lucu kan kalau aku tidak lulus Ujian Nasional.

Huuffth.. masalahku dengan Appa belum selesai-selesai juga,
Appa masih bersikukuh untuk menyekolahkan ku di Shinhwa. Dan aku tidak mau kalah. Aku juga tetap pada pendirianku. Menolak keinginan Appa. Eomma yang sebelumnya bersikap netral, tidak memihak padaku atau pun Appa, kini malah memihak Appa.

Aku benar-benar bingung dengan orang tuaku. Ada Apa sebenarnya? Kenapa sekarang mereka malah memaksakan kehendaknya kepadaku?
Padahal sebelumnya mereka membiarkan aku memilih jalan yang aku pilih.

~

***

Pada saat Appa menyuruhku untuk bersekolah di Shinhwa. Aku sangat terpukul dan tertekan. Karena keinginan Appa, aku kehilangan sesuatu yang membuat aku bahagia.

Teman-temanku.. Kehidupan bebasku. bahkan yeojachinguku pun ikut lepas dari hidupku.

***

~

Sudah hampir seminggu aku tidak bertemu dengan Krystal. Dia pasti sibuk belajar karna Ujian Nasional. Aku juga sudah jarang bermain dengan teman-temanku..

Aaahh~ selesai Ujian Nasional Aku akan ‘balas dendam’ bermain dnegan teman-temanku dan juga melepas kangen dengan yeojachingu-ku.

~

Author POV

“Aaaaarrgghtt…. akhirnya selesai juga ujiannya.. Ya ampuuunn….!! Aku stress belajar terus..!!” Teriak Seungri.

Taemin, Siwon, Key, Leeteuk, dan Seungri sedang ada di atap gedung sekolah mereka. Mereka lebih memilih kesana di banding ke caffe yang di usulkan oleh Siwon.

Seungri sedang berteriak-teriak karna ingin melepaskan rasa penat yang ia rasakan karena belajar terus menerus. Dengan gaya-nya yang khas. Mengemut lollipop yang selalu ia makan setiap hari.

“Kalian?? setelah lulus ingin bersekolah di mana?” Tanya Leeteuk.

“Aku dan Siwon akan tetap di sini.” Balas Seungri.

Siwon yang mendengar namanya di sebut hanya menganggukkan kepala menandakan benar apa yang di katakan Seungri.

Wajah Taemin terlihat muram mendengar Seungri dan Siwon akan tetap bersekolah di Seoul International School. Ia bingung apa yang harus di katakan kalau ia di beri pertanyaan yang sama.

“Kau sendiri? mau kemana?” Siwon bertanya kepada Leeteuk.

“Aku akan ikut eomma-ku sesuai perjanjian Appa dan Eomma-ku. Kalau aku SMA, aku akan tinggal dengan Eomma-ku.” Jawab Leeteuk tersenyum memperlihatkan lengkungan di pipi-nya.

“Kau Key?? Mau kemana??” Seungri melepas emutan lollipop-nya.

“Aku akan belajar di Perancis. Aku sudah memutuskan kalau aku akan menjadi designer seperti kedua orang tua-ku” tutur Key.

“Lagi pula, kalau di Perancis kan aku akan tetap bersama orang tuaku. Dari pada di Seoul, mereka hanya pulang menemui-ku 1bulan sekali” tambahnya.

Jawaban dari temannya itu membuat Taemin makin murung. Ia merasa iri dengan teman-temannya. Mereka bisa menentukan keinginannya masing-masing.

Dan sekarang giliran Taemin yang di tanya.

“Taeminnie..?? Kau mau kemana setelah lulus?”

Taemin bengong. Dia tidak sadar kalau ia sedang di tanya oleh Siwon.

Siwon yang merasa aneh dengan sikap Taemin yang tidak seperti biasanya menyuruh Seungri untuk melakukan sesuatu.

Seungri yang mengerti maksud Siwon berjalan mendekati Taemin yang sedang bengong di tepi pintu di atap sekolah.

Seungri memutar-mutarkan lollipop-nya di depan wajah taemin. Taemin masih tetap brerkutat dengan pikirannya. Seungri kesal lalu ia teriak di telinga Taemin.

“YAAAKK!! TAEMIN..!!”

Taemin yang merasa kaget dan sakit di telinganya meringis. Melihat mulut Taemin yang terbuka lebar merintih, Seungri memasukkan lollipop bekasnya ke dalam mulut Taemin.

“Aiiiysshh… Seungri-ya..!! Ini jorok tau..!! Ini tuh bekas mulutmu. Kalau di Jepang, itu namanya kita berciuman”

Taemin merasa jijik dan membuang lollipop yang masuk ke dalam mulutnya sambil menguasap-usap bibirnya.

“Aiigo Taemin..!! Kenapa kau buang??! Kau kan bisa memberikannya lagi ke aku..” gerutu Seungri.

Seungri kembali ke posisi semula ia berada. Ia mengambil lollipop baru di dalam tasnya.

“Taeminnie?? Aku tadi bertanya, kau mau sekolah di mana setelah lulus?” Tanya Siwon.

~

Ketika aku mendengar semua keinginan teman-temanku setelah mereka lulus aku iri..
Aku ingin sekali tetap bersekolah di Seoul International School seperti Seungri dan Siwon.

Apa lagi mereka berdua adalah teman-temanku. Rasanya sedih jika harus berpisah dengan teman-teman yang sudah mengetahui bagaimana kita, mengerti keinginan kita, dan memahami jalan pikiran kita. Meskipun jalan itu tidak satu pikiran dengan pikirannya.

Mereka telah mencoba memahami bagaimana aku selama 3 tahun ini. Aku pun begitu, mencoba memahami mereka.

Siwon yang cuek. Leeteuk yang ramah dan baik hati. Ia selalu memamerkan senyumannya di depan orang lain. Key yang perfeksionis. dan, Seungri yang selalu bertingkah layaknya bocah SD.

Walaupun pada akhirnya kami berpisah-pisah, aku akan tetap mengingat kalian. Teman-teman yang sudah membuat hidupku berwarna selama 3 tahun terakhir ini.

~

***

Dan, akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti keinginan orang tuaku. Percuma saja jika aku terus-terusan sombong dengan pendirianku.
Itu tidak membuat Appa luluh.

Ya.. aku hanya bisa pasrah saja menerima kenyataan itu. Dan hasilnya,, aku tidak terlalu menyesl mengikuti keinginan Appa. Aku belajar sesuatu dari semua itu.

***

~

Hari ini adalah hari dimana perpisahan haksaengdeul kelas 3 SMP. Ketika dinyatakan lulus, aku senang sekaligus sedih. Karena pada saat itu juga aku harus memulai kehidupanku tanpa sahabat-sahabatku, dan juga Krystal yeojachingu-ku.

Kini, aku dan Krystal sudah mengakhiri hubungan kami.
Krystal sedikit marah karna aku tidak menepati janjiku yang akan tetap bersekolah di sekolah yang sama. Tapi akhirnya, ia mengerti juga, walaupun pada akhirnya ia memutuskanku karna Krystla tidak dapat menjalani hubungan jarak jauh.

Apalagi aku bersekolah di Shinhwa School. Sekolah yang mengharuskan haksaengdeulnya menempati asrama di sekolah itu. Itu yang membuat aku menolak keinginan Appa.

Aku merasa seperti di buang oleh orang tuaku. Bagaimana tidak, aku akan tinggal di asrama dan tidak di bolehkan pulang kerumah meskipun itu tanggal merah.

Mereka akan memulangkan haksaengdeulnya pada saat hari libur yang di tentukan sekolah saja.

Ini gila..!! Aku harus beradaptasi dengan peraturan ‘kuno’ , membosankan.

Aku harus rela meninggalkan kamarku, gadget-ku, HP-ku, dan juga orang tuaku.

Semua yang menyeramkan di sekolah itu akan aku hadapi.
Huuffth.. Tuhan kuatkan aku..!!

~

***

Itu adalah akhir aku dapat hidup bebas dan semaunya.
Kebahagiaanku.. semua yang aku banggakan sudah berakhir. dan aku akan menceritakan bagaimana awal dari kehiupanku yang tidak aku inginkan.

Awal aku melangkahkan kaki-ku di sekolah itu.

***

~

Author POV

Taemin melangkahkan kakinya mengikuti Appa-nya yang ada di depannya. Mereka akan menuju ruang kepala sekolah. Tuan Lee akan mendaftarkan Taemin ke sekolahan itu.

Taemin yang memang tak ada niat dan berminat di sekolah itu hanya menampakkan ekspresi datar. Melihat-lihat sekolahan itu dari ujung ke ujung terselip rasa kagum di hati Taemin.

‘Sekolahan ini benar-benar bagus. Tapi sayangnya, kenapa harus di lengkapi dengan peraturan yang gak penting itu?, sungguh menyiksa haksengdeul yang bersekolah di sini’ batin Taemin.

“Taemin.. Appa harap kamu bisa menerima semua ini.” Tuan Lee menepuk pundak anaknya itu.

“Ya.. ya.. ya.. aku rasa itu semua hanya harapan Appa. Dan aku juga berharap Appa bisa sadar secepatnya kalau anaknya memang benar-benar belum bisa menerima semuanya.” Ucap Taemin datar.

Tuan Lee hanya menghela napas mendengar perkataan anaknya itu.
Ia tau, kalau anaknya pasti akan mengerti cepat atau lambat dengan keputusannya itu.

~

Ini adalah hari pertama Taemin masuk sekolah Shinhwa. Dan mulai hari ini juga Taemin menetap di asrama sekolahan yang menurutnya ‘neraka’.

Taemin membereskan barang-barangnya di kamar asrama itu. Pada saat ia sedang meletakkan pakaiannya di lemari plastik bertingkat, 3 orang namja masuk ke dalam kamar tersebut. Taemin sudah menduga, kalau yang datang adalah murid baru di sekolahan itu, sama sepertinya.

Taemin menoleh sekilas ke arah pintu dan kembali memfokuskan diri merapikan pakaiannya.

“Waah kamarnya lumayan juga” Ujar namja yang memakai baju berwarna hitam.

“Ne.. benar..!!” Ucap namja yang memakai baju berwarna hijau setuju dengan ucapan namja yang memakai kaos hitam tadi.

Taemin yang sudah selesai merapikan baju-bajunya mulai tertarik melihat ketiga namja yang baru masuk tadi. Namja yang akan menjadi teman sekamarnya.

“Haii..!! Lee Dongho imnida..” Namja yang sedari tadi diam membiarkan matanya menelusuri setiap sudut kamar barunya itu membuka perkenalan.

“Oohh iya.. aku belum memperkenalkan diri, aku kim Jonghyun.” Ucap namja yang memakai kaos berwarna hitam.

“Annyeong,,! Kim Jaejoong imnida..” NAmja yang memakai kaos hijau memperkenalkan diri.

“Dan kau?? kau siapa?” tanya Jonghyun kepada Taemin.

Jonghyun melihat Taemin dengan tatapan tidak suka. Karna sikap Taemin yang terlihat jutek menurutnya.

“Lee Taemin..” ucap Taemin singkat..

Taemin merasa ketiga orang yang menjadi teman sekamarnya ‘gak banget’ .

Taemin sudah terbiasa berteman dan melihat pemandangan murid-murid yang memiliki reputasi keren. Dan kini, ia melihat Jonghyun dan Jaejoong dengan tatapan aneh. Ia membendingkan mereka dengan teman-temannya sewaktu SMP dulu.

Namun melihat Dongho, ia merasa sedih dan senang. Ia merasa seperti melihat Key di depannya.

Taemi berpikir, kalau Dongho memiliki sifat yang sama seperti Key.
Yaitu, bisa menjadi ‘Bad Boy’ dan keesokkan harinya menjadi ‘Nice Boy’.

Taemin menghela napas panjang berusaha sadar dari pikirannya yang mengingat teman-temannya itu. Ia tersenyum melihat Dongho, dan Dongho membalasnya.

~

Taemin masuk ke dalam kelas. Ia menelusuri pandangannya ke setiap sudut kelas barunya itu. DAn ia menetapkan kalau ia akan duduk di baris kedua di kolom (?) tengah tepat berhadapan dengan papan tulis.

Taemin masih saja menampakkan wajah jutek-nya itu kepada Haksaengdeul yang ada di kelasnya. Taemin masih belum bisa menerima kenyataan, bahwa ia benar-benar bersekolah di Shinhwa School.

~

Terlihat seorang haksaeng namja yang baru saja datang dan melangkahkan kakinya ke tempat duduknya. Haksaeng itu duduk di sebelah Taemin. Taemin sama sekali tidak berminat untuk melihatnya.

Haksaeng itu tersenyum menatap isi dari kelasnya.
ia pun melihat Taemin.

“Annyeong..!! Jang wooyoung imnida..” wooyoung memperkenalkan diri diri ke Taemin.

Taemin yang merasa di ajak bicara oleh Wooyoung akhirnya memperkenalkan diri.

“Taemin imnida.. ” jawabnya datar dengan senyum yang di paksakan.

Wooyoung hanya tersenyum melihat respon Taemin.

~

Taemin POV

Ini adalah hari pertama aku belajar di kelas baru ku ini.
‘Ruangan kelasnya tidak berbeda jauh dengan kelasku dulu di Seoul International School.’ batinku.

Di saat aku sibuk dengan pikiranku sendiri. Tiba-tiba ada seorang haksaeng yang memperkenalkan diri. Aku kira dia berbicara kepadaku.

“Annyeong..!! Jang Wooyoung imnida,,” ucap haksaeng yang sudah duduk manis di bangku sebelahku.

“Lee Taemin imnida..” Aku berusaha tersenyum walaupun jatuhnya terlihat senyum ‘keterpaksaan’.

Wooyoung tersenyum balik.

Aku kembali berkutat dengan pikiranku. memaki semua yang menimpaku.
‘Aku harus kuat di sini selama 3 tahun!. Ini tidak akan sesulit kau kira Lee Taemin’ Aku mencoba menghibur diri.

~

Pada saat hari pertama bersekolah di Shimnhwa school aku tidak dapat berkonsentrasi. Di pikiranku pada saat itu hanyalah teman-temanku.

Namun Dongho. Teman sekamarku di asrama membuat aku sedikit menerima seolahan ini.

Karena ia mengingatkan aku dengan Key. dari segi wajah memang sangat jauh berbeda. Tapi dari sikapnya itu yang membuatku ingat dengan Key.

Teman sekamarku Jonghyun dan Jaejoong lumayan baik kepadaku. Mereka selalu bersikap ramah meskipun pada akhirnya aku akan tetap pada sikapku. Sedikit cuek dan jutek.

Tapi itu tidak membuat mereka berhenti untuk selalu mengajakku berbicara. Ku aku-i.. usaha mereka sangat kuat, dan akhirnya aku dapat menerima mereka. Namun, belum sepenuh hati.

Jonghyun dan Dongho satu kelas denganku. Sdangkan Jaejoong, dia menempati kelas di sebelah kelasku.

~

***

Semua yang aku alami di awal belajar biasa saja. Meskipun hari demi hari aku merasa nyaman di sini. Namun pada saaat itu aku masih merasa ada yang kurang. Bahkan sangat banyak yang kurang.

Semuanya belum bisa menggantikan kebahagiaanku pada saat bersekolah di Seoul International School.

Sejujurnya, aku suka dengan Shinhwa School.
Namun, semuanya luntur karna peraturan ‘kubo’ yang bisa membuat semua haksaengdeul yang bersekolah di sana gila.

***

~

Taemin POV

Sudah 3 bulan aku bersekolah di sekolahan ini. YAng aku dapati dari itu semua adalah penderitaan .
Selama bersekolah di sini, aku jadi KuDet, KuPer, semua serba gak tau apa-apa aja yang sedang terjadi di luar sana.

Pakaian model tebarulah, caffe yang sekarang lagi beken lah, bahkan lagu-lagu yang lagi hits sekarang aku tidak tau.

Aku mulai dekat dengan jonghyun dan Jaejoong. Sebelumnya, aku hanya dekat dengan dongho saja. dan kami sekarang kemana-mana selalu berempat. Benar-benar aku merindukan ke empat temanku yang di luar sana.

Suasana kelaspun tidak terlalu membosankan.
Haksaengdeulnya ternyata pada gila-gila semuanya. Gila dalam arti tidak sedikit dari mereka yang hobby melanggar peraturan.

Namun, aku merasa haksaengdeul yang duduk di sebelahku membosankan.

Wooyoung memang terlihat sangat menarik karna ia juga ternyata mengerti fashion.

Aku sering melihat pakaian-pakaiannya yang ia pakai pada saat di jam sekolah yang memang lagi trend. tapi dia sepertinya terlalu naif untuk melanggar peraturan yang ada di Shinhwa School ini.

~

***

Sempat terlintas pada saat itu untuk melanggar peraturan di Shinhwa School dan aku di hukum, lalu di keluarkan dari sekolah itu.

Tapi, aku tidak sebodoh itu.
Aku memikirkan bagaimana malunya Appa kalau aku seperti itu. Apalagi yang punya sekolah itu adalah Shin Dong Hi teman Appa.

***

~

Taemin POV

Hahahaa~ sebelumnya aku kira aku tidak akan jatuh cinta dengan yeoja yang ada di sekolah itu. Jangankan jatuh cinta, menikmati hidup di sekolah itu saja tidak terpikirkan olehku.

Aku hanya berpikir kalau aku akan depresi di sekolah sana.
Namun, semuanya salah, aku malah jatuh cinta dengan yeoja yang berbeda kelas denganku. Namanya Victoria.

Dia yeoja idola di sekolah itu. Banyak haksaeng namja yang ingin mendekatinya. Tapi sayangnya, Victoria memilihku.

Aku kembali mersa seperti bersekolah di SMP.
Keberuntunganku dalam hal yeoja sangat besar.

Namun semua itu tidak lama, sampai akhirnya aku bertemu dengan haksaeng sialan yang membuat hidupku malu.
Malu terhadap Appa-ku, Eomma-ku, Victoria, teman-temanku, terhadap diriku sendiri dan Juga Jang Wooyoung.

~

***

Pertemuanku dengan haksaeng itu sangat singkat. Dia sangat pintar mengambil hati.
Dari caranya berbicara, caranya bersikap, dan caranya dia memperlakukan orang sesuai dengan sifat dan mood orang yang ia dekati.

Sebuah fakta kalau aku terlena dengan sikapnya itu. Dia membuat aku segar kembali. Aku yang dulu sempat tertekan sekolah di Shinhwa. Dengan sadar mengatakan, ‘Aku Cinta Bersekolah di Shinhwa School’.

Choi Minho. Dialah manusia yang merubah jalan hidupku.
Jalan yang aku lalui dulu tidak buruk. Namun, ketika dngannya.. seakan-akan aku terhipnotis dengan perilakunya. Sampai-sampai aku lupa akan sekelilingku.

Aku tidak menyangka pertemuanku dengan Sunbae-ku itu membuat hidupku berwarna pada awalnya. Dia mengerti, dan juga memahami aku.

Aku sungguh terhanyut dalam setiap perkataannya. Ada ketenangan dan kenyamanan yang aku rasakan saat bersamanya.

…..

Haaii..!! aku bawa FF baru lagi nih..
ooh iya,, JANGAN LUPA DI COMMENT YAAK..!!

Kritik dan saran sangat di harapkan..!

Gomawo yang udah READ, COMMENT and LIKE..!!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s